IPK Tinggi dan Organisasi Mahasiswa, mana yang lebih berguna
oleh: Aji Putra Wicaksana,.S.Kom
Pentingnya IPK Tinggi dan Organisasi Mahasiswa pada zaman sekarang
IPK Tinggi dan Organisasi Mahasiswa, mana yang lebih Penting?
Sebelum memilih mana yang lebih berguna diantara keduanya, kita perlu mengetahui latar belakang mengenai IPK Tinggi dan Organisasi Kemahasiswaan.
IPK singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif yang merupakan ukuran kemampuan mahasiswa sampai pada periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester ). Tiap mata kuliah yang telah ditempuh. Ukuran nilai tersebut akan dikalikan dengan nilai bobot tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang telah ditempuh dalam periode tersebut.
IPK dapat diperoleh dengan adanya kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Dosen akan memberikan nilai kepada mahasiswa sebelum kuliah dimulai pada awal semester. Biasanya para dosen menetapkan aturan selama kuliah berlangsung yang akan disepakati keduanya pada semester tersebut. Aturan itu bisa terdiri dari
A. Attendance
Kehadiran mahasiswa tiap jam, pekuliahan ini tidak hanya kehadiran yang dinilai
oleh dosennya tetapi juga adanya keaktifan mahasiwa selama jam perkuliahan
berlangsung.
B. Tugas
Dosen akan memberi tugas kepada mahasiswa. Tugas bisa dikerjakan tiap individu
atau kelompok tergantung dosen pengamnpu.
C. Nilai UTS (Ujian Tengah Semester)
Ini dilaksanakan tiap tengah semester. Beberapa dosen ada yang memberikan soal
UTS tapi ada juga yang tidak.
D. Nilai UAS(Ujian Akhir Semester)
Nilai ini akan diperoleh mahasiwa pada akhir asemester dengan mengikuti ujian
yang dilaksanakan oleh masing-masing dosen.
IPK Tinggi dapat diperoleh mahasiswa jika tiap aturan dan nilai telah dicapai dengan hasil yang memuasakan (maksimal).
IPK ini dibagi dengan 3 tahap predikat kelulusan :
1. 3,51 - 4,00 = predikatnya : Lulus dengan pujian
2. 2,76 - 3,50 = predikatnya : Sangat memuaskan
3. 2,00 - 2,75 = predikatnya : Memuaskan
Organisasi Kemahassiswaan
Organisasi kemahasiswaaan merupakan suatu bentuk aktiifitas ekstra kulrikuler dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri mahasiswa ke arah peningkatan wawasan, rasa keagamaan, nilai sosial dan kesetiakawanan dalam kemanusiaan, pemupukan minat serta pelestarian sumber daya alam. Fungsi dari organisasi kemahasiswaan adalah sebagai manifestasi penyiapan diri untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa dan mandiri setelah menyelesaikan studi dan kembali ke masyarakat.
Organisasi Kemahasiswaan pada tingkat Universitas terbagi atas 2 bentuk yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa yang sering di sebut dengan BEM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang dapat dilaksanakan didalam maupun diluar kampus. Kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendapatkan SKS.
Antara IPK tinggi dan Organisassi Mahasiswa, keduanya sama-sama berguna bagi tiap mahasiswa karena keduanya mempunyai tujuan yang positif bagi mahasiswa. IPK Tinggi dan Organisasi salin berhubungan erat dalam menempuh kesuksesan seorang mahasiswa. IPK Tinggi sangat berguna jika mahasiswa ingin melamar pekerjaan sesuai bidangnya, kemungkinan besar mereka akan diterima disetiap pekerjaan yang diminati.
Organisasi Kemahasiswaaan juga sama pentingnya dengan IPK tinggi. Dilihat dari
fungsinya bahwa organisasi ini merupakan bentuk manifestasi penyiapan diri mahasiswa untuk menjadi Agent Of Change setelah menyelesaikan studi hingga kembali ke masyarakat. Dengan berorganisasi kita akan mendapat berbagai pengalaman, pengetahuan serta channels untuk kedepannya nanti setelah lulus.
Dizaman sekarang ini channels sangat membantu untuk melangkah kedepan. Kita dapat lebih mudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita jika kita mempunyai IPK Tinggi dan channel.
diperoleh dari pengalaman berorganisasi.
oleh: Aji Putra Wicaksana,.S.Kom
Pentingnya IPK Tinggi dan Organisasi Mahasiswa pada zaman sekarang
IPK Tinggi dan Organisasi Mahasiswa, mana yang lebih Penting?
Sebelum memilih mana yang lebih berguna diantara keduanya, kita perlu mengetahui latar belakang mengenai IPK Tinggi dan Organisasi Kemahasiswaan.
IPK singkatan dari Indeks Prestasi Kumulatif yang merupakan ukuran kemampuan mahasiswa sampai pada periode tertentu yang dihitung berdasarkan jumlah SKS (Satuan Kredit Semester ). Tiap mata kuliah yang telah ditempuh. Ukuran nilai tersebut akan dikalikan dengan nilai bobot tiap mata kuliah kemudian dibagi dengan jumlah SKS mata kuliah yang telah ditempuh dalam periode tersebut.
IPK dapat diperoleh dengan adanya kerjasama antara dosen dan mahasiswa. Dosen akan memberikan nilai kepada mahasiswa sebelum kuliah dimulai pada awal semester. Biasanya para dosen menetapkan aturan selama kuliah berlangsung yang akan disepakati keduanya pada semester tersebut. Aturan itu bisa terdiri dari
A. Attendance
Kehadiran mahasiswa tiap jam, pekuliahan ini tidak hanya kehadiran yang dinilai
oleh dosennya tetapi juga adanya keaktifan mahasiwa selama jam perkuliahan
berlangsung.
B. Tugas
Dosen akan memberi tugas kepada mahasiswa. Tugas bisa dikerjakan tiap individu
atau kelompok tergantung dosen pengamnpu.
C. Nilai UTS (Ujian Tengah Semester)
Ini dilaksanakan tiap tengah semester. Beberapa dosen ada yang memberikan soal
UTS tapi ada juga yang tidak.
D. Nilai UAS(Ujian Akhir Semester)
Nilai ini akan diperoleh mahasiwa pada akhir asemester dengan mengikuti ujian
yang dilaksanakan oleh masing-masing dosen.
IPK Tinggi dapat diperoleh mahasiswa jika tiap aturan dan nilai telah dicapai dengan hasil yang memuasakan (maksimal).
IPK ini dibagi dengan 3 tahap predikat kelulusan :
1. 3,51 - 4,00 = predikatnya : Lulus dengan pujian
2. 2,76 - 3,50 = predikatnya : Sangat memuaskan
3. 2,00 - 2,75 = predikatnya : Memuaskan
Organisasi Kemahassiswaan
Organisasi kemahasiswaaan merupakan suatu bentuk aktiifitas ekstra kulrikuler dengan maksud untuk mengembangkan potensi diri mahasiswa ke arah peningkatan wawasan, rasa keagamaan, nilai sosial dan kesetiakawanan dalam kemanusiaan, pemupukan minat serta pelestarian sumber daya alam. Fungsi dari organisasi kemahasiswaan adalah sebagai manifestasi penyiapan diri untuk menjadi seseorang yang lebih dewasa dan mandiri setelah menyelesaikan studi dan kembali ke masyarakat.
Organisasi Kemahasiswaan pada tingkat Universitas terbagi atas 2 bentuk yaitu Badan Eksekutif Mahasiswa yang sering di sebut dengan BEM dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Kegiatan ini dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang dapat dilaksanakan didalam maupun diluar kampus. Kegiatan tersebut tidak dimaksudkan untuk mendapatkan SKS.
Antara IPK tinggi dan Organisassi Mahasiswa, keduanya sama-sama berguna bagi tiap mahasiswa karena keduanya mempunyai tujuan yang positif bagi mahasiswa. IPK Tinggi dan Organisasi salin berhubungan erat dalam menempuh kesuksesan seorang mahasiswa. IPK Tinggi sangat berguna jika mahasiswa ingin melamar pekerjaan sesuai bidangnya, kemungkinan besar mereka akan diterima disetiap pekerjaan yang diminati.
Organisasi Kemahasiswaaan juga sama pentingnya dengan IPK tinggi. Dilihat dari
fungsinya bahwa organisasi ini merupakan bentuk manifestasi penyiapan diri mahasiswa untuk menjadi Agent Of Change setelah menyelesaikan studi hingga kembali ke masyarakat. Dengan berorganisasi kita akan mendapat berbagai pengalaman, pengetahuan serta channels untuk kedepannya nanti setelah lulus.
Dizaman sekarang ini channels sangat membantu untuk melangkah kedepan. Kita dapat lebih mudah mendapat pekerjaan yang sesuai dengan bidang kita jika kita mempunyai IPK Tinggi dan channel.
diperoleh dari pengalaman berorganisasi.
Posting Komentar